KAJIAN TOPOGRAPHIC WETNESS INDEX (TWI) UNTUK MENGETAHUI POTENSI BAHAYA BANJIR DI KOTA MANADO
Kata Kunci:
Banjir Kota Manado, Topographic Wetness Index, Sistem Informasi GeografisAbstrak
ABSTRAK
Banjir di Kota Manado sejak tahun 2000 hingga tahun 2023 terus mengalami perluasan, hal ini seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan pembangunan infrastruktur. Untuk mengatasi terjadinya banjir di kemudian hari maka perlu adanya penelitian dari berbagai penyebab banjir, diantaranya adalah curah hujan, faktor topografi wilayah, kondisi hidrologi/drainase kota dan sebagainya. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kajian Topographic Wetness Index (TWI) yang dibantu dengan teknis analisis menggunakan Sistem Informasi Geografis. Penelitian ini mengahasilkan sebaran TWI, nilai TWI yang tinggi menunjukkan bahwa suatu kawasan memiliki kelembaban tanah yang tinggi dan potensi aliran air permukaan yang lebih besar apabila terjadi hujan, sehingga rentan terhadap banjir. Hasil overlay TWI berkategori tinggi dengan seluruh areal berdampak banjir dari tahun 2011 hingga tahun 2023 menunjukkan bahwa, dari seluruh areal berdampak banjir sekitar 64.51 % nya mempunyai nilia TWI tinggi. Begitu juga dengan overlay antara bangunan dengan TWI, ada 70.414 bangunan yang terletak di wilayah TWI tinggi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan adanya keterkaitan kuat antara nilai TWI yang tinggi dengan daerah yang berpotensi mengalami banjir. Nilai TWI yang tinggi menunjukkan kelembaban tanah yang tinggi dan potensi aliran air permukaan yang lebih besar saat terjadi hujan.
Kata Kunci: Banjir Kota Manado, Topographic Wetness Index, Sistem Informasi Geografis
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.