Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling https://www.jurnal.prisma.ac.id/index.php/jgprism <p>"Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling" (Jurnal Proses Geologi, Risiko, dan Pemodelan Spasial Terintegrasi) E-ISSN 3046-4935. <br />Topik ini melibatkan pemahaman tentang berbagai proses geologi, risiko yang terkait dengan proses geologi, serta penerapan teknik pemodelan spasial untuk memahami dan mengelola risiko sebagai upaya pembangunan berkelanjutan. Proses geologi mencakup berbagai fenomena dan peristiwa yang terjadi di dalam maupun permukaan Bumi, seperti pergerakan lempeng tektonik, erosi, sedimentasi, aktivitas vulkanik, dan sebagainya.<br /><br />Template Artikel JGPRISM<br /><a title="Template Artikel JGPRISM" href="https://docs.google.com/document/d/19qJkekfWxBetZQyaNYqeoe2BVqJ2YcNP/edit?usp=sharing&amp;ouid=102619023407241716497&amp;rtpof=true&amp;sd=true">Template Artikel JGPRISM</a></p> id-ID jgprism12@gmail.com (JGPRISM) jgprism12@gmail.com (JGPRISM) Sun, 10 Aug 2025 14:58:33 +0000 OJS 3.3.0.8 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 “GEOLOGI DAERAH BAILANG DAN SEKITARNYA, MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA” https://www.jurnal.prisma.ac.id/index.php/jgprism/article/view/383 <p style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi di daerah Bailang dan sekitarnya, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, melalui pemetaan geologi permukaan berskala 1:25.000. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, pengukuran lapangan, analisis geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, dan sejarah geologi. Lokasi penelitian berada pada koordinat 1˚33ˈ54.98˝ LU dan 124°50ˈ42.87˝ BT dengan luas wilayah 49 km². Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi enam subsatuan: Bukit Sisa, Bukit Terisolasi, Perbukitan Vulkanik Terdenudasi, Kaki Vulkanik, Dataran Kaki Vulkanik, dan Dataran Fluvial Vulkanik. Hasil analisis struktur geologi menunjukkan adanya struktur primer dengan orientasi dominan barat laut–tenggara. Stratigrafi daerah penelitian tersusun atas empat satuan batuan, yaitu: Satuan Lava Andesit Pandu–Molas (Plistosen–Holosen), Satuan Breksi Molas (Plistosen), Satuan Tuff Bailang (Kuarter), dan Satuan Aluvial (Holosen). Keempat satuan ini terbentuk melalui empat fase geologi yang mencerminkan aktivitas vulkanisme Gunung Tumpa dan proses sedimentasi fluvial. Penelitian ini menghasilkan peta geologi, peta geomorfologi, dan peta lintasan sebagai gambaran tatanan geologi daerah. Informasi ini diharapkan dapat mendukung pemahaman lebih lanjut mengenai evolusi geologi regional Sulawesi Utara, serta memberikan manfaat dalam perencanaan tata ruang dan pengelolaan sumber daya alam setempat.</p> <p style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><strong>Kata kunci</strong>: pemetaan geologi, geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, Bailang.</p> Mesak Dote, Febryanto Masulili Hak Cipta (c) 2025 Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnal.prisma.ac.id/index.php/jgprism/article/view/383 Sun, 10 Aug 2025 00:00:00 +0000 GEOWISATA PULAU MANADO TUA, PULAU BUNAKEN DAN PULAU SILADEN DI KAWASAN TAMAN NASIONAL BUNAKEN, KOTA MANADO, PROVINSI SULAWESI UTARA. https://www.jurnal.prisma.ac.id/index.php/jgprism/article/view/295 <p><strong>ABSTRAK: </strong>Geowisata merupakan wisata alam untuk mengajak wisatawan melihat fenomena geologi serta mengetahui bagaimana fenomena tersebut terjadi disekitar kita. Dikemas dengan beberapa aspek lainnya, seperti: keberagaman geologi, keragaman hayati dan keragaman budaya, sehingga geowisata memiliki potensi pengembangan terbaik dalam mendukung pariwisata dengan mengutamakan asas perlindungan (konservasi) alam demi keberlanjutan ekosistem. Penelitian ini dilakukan dengan tiga metode, yaitu tahap studi pustaka, tahap penelitian lapangan, dan tahap inventarisasi <em>geosite </em>dan <em>geodiversity site </em>berdasarkan petunjuk teknis asesmen sumberdaya warisan geologi dimana metode skoring tersebut dikemukakan oleh J, Brilha (2016). Parameter yang digunakan adalah asesmen nilai-nilai sains, nilai-nilai edukasi, nilai-nilai pariwisata, dan resiko degradasi serta nilai tambah yang dimiliki oleh suatu <em>geosite. </em>Dari hasil penelitian di ketiga pulau tersebut didapati 4 <em>geosite </em>dan<em> geodiversity site,</em> yaitu, Tebing Piroklastik Bunaken, Tebing Piroklastik Kontak dengan Batugamping Bunaken, Aliran Lava Manado Tua, dan Tebing Batugamping Terumbu Bunaken. Selain <em>geosite</em> tersebut, goa, pantai lain yang dapat menjadi potensi <em>geodiversity site</em>. Dengan demikian Kawasan Taman Nasional Bunaken memiliki potensi menjadi objek geowisata dengan aspek penilaian didasarkan pada nilai kuantitatif berbagai keindahan alam dan proses geologi yang mengontrol terbentuknya objek geowisata tersebut. Untuk meningkatkan potensi geowisata, pembuatan infrastruktur dan perencanaan promosi yang baik sangat diperlukan agar dapat menjadi lokasi wisata unggulan di Kota Manado.</p> Andika Djaya, Febryanto Masulili Hak Cipta (c) 2025 Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnal.prisma.ac.id/index.php/jgprism/article/view/295 Sun, 10 Aug 2025 00:00:00 +0000 GEOLOGI DAERAH LANSOT DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TARERAN, KABUPATEN MINAHASA SELATAN, SULAWESI UTARA https://www.jurnal.prisma.ac.id/index.php/jgprism/article/view/377 <p>Daerah penelitian berlokasi di Sulawesi Utara lebih tepatnya di Desa Lansot, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi geologi seperti parameter geomorfologi, stratigrafi, petrologi, petrografi, serta penyusun sejarah geologinya yang akan dimuat dalam peta berskal 1 : 25.000. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis citra SRTM, pengamatan lapangan, serta analisis laboratorium terhadap sampel batuan. Secara geomorfologi Daerah Penelitian terbagi atas tiga satuan bentuk lahan yaitu; Perbukitan Sisa (VD4), Lereng Gunungapi Tertoreh (VD2), dan Aliran Punggungan Piroklastik (V12). Secara stratigrafi Daerah Penelitian tersusun secara tua ke muda; Tuff Rumoong Lansot, Tuff Lapi, dan Tuff Tumaluntung. Struktur geologi daerah penelitian merupakan hasil deformasi batuan dan kerak bumi yang berlangsung selama ribuan tahun. Sejarah geologi daerah penelitian dimulai saat daerah penelitian masih menjadi bagian gunung tondano purba yang nantinya akan hancur akibat erupsi eksplosif yang menyebabkan lahirnya gunung – gunung api yang menjadi sumber batuan vulkanik muda (Qv).</p> Berliano Mewengkang, Andrew Momongan, H.D. Rachmadhan Hak Cipta (c) 2025 Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnal.prisma.ac.id/index.php/jgprism/article/view/377 Sun, 10 Aug 2025 00:00:00 +0000 GEOLOGI DAERAH PALAES DAN SEKITARNYA KECAMATAN LIKUPANG BARAT, KABUPATEN MINAHASA UTARA, SULAWESI UTARA https://www.jurnal.prisma.ac.id/index.php/jgprism/article/view/370 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi geologi di Daerah Palaes dan sekitarnya, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Wilayah studi mencakup area seluas ±16 km² yang secara administratif meliputi Desa Palaes, Lansa, Lantung, Kulu, dan Warisa. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan berskala 1:10.000, yang melibatkan observasi geomorfologi, analisis litologi, pengukuran struktur geologi, dan analisis petrografi. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak Dips dan pengolahan spasial berbasis DEMNAS untuk interpretasi kelurusan morfologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geomorfologi daerah studi terdiri atas enam satuan bentuklahan dengan tiga tipe proses asal, yaitu struktural, denudasional, dan fluvial. Stratigrafi daerah tersusun dari empat satuan batuan: Satuan Batupasir Palaes, Satuan Breksi Palaes, Satuan Lava Andesit Lansa, dan Satuan Aluvial. Data struktur geologi menunjukkan dominasi kelurusan berarah barat laut–tenggara, yang ditafsirkan sebagai sesar turun, ditunjukkan oleh bentuk geomorfik seperti air terjun dan lembah lurus. Sejarah geologi daerah penelitian mencerminkan evolusi sedimentasi dan aktivitas vulkanik, diikuti oleh proses tektonik yang membentuk struktur-struktur geologi utama. Penelitian ini menghasilkan peta geologi, peta geomorfologi, dan kolom stratigrafi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk eksplorasi sumber daya geologi, kajian kebencanaan, dan pengembangan wilayah berbasis karakteristik geologi lokal.</p> ALVYUS KADIR, Agus Santoso Budiharso, H.D. Rachmadhan Hak Cipta (c) 2025 Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnal.prisma.ac.id/index.php/jgprism/article/view/370 Sun, 10 Aug 2025 00:00:00 +0000 GEOLOGI DAERAH BATU CERMIN, SAMARINDA UTARA, KOTA SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR https://www.jurnal.prisma.ac.id/index.php/jgprism/article/view/300 <p>Batu Cermin terletak di Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, dalam Cekungan Kutai Bawah. Daerah ini memiliki susunan stratigrafi dan struktur geologi yang kompleks, yang mencakup singkapan Formasi Pulau Balang dan Formasi Bebuluh. Pengamatan di lapangan mengidentifikasi kesamaan litologi di antara formasi-formasi ini, memperlihatkan ciri khas dari lingkungan pengendapan yang berbeda. Pemetaan geologi di Batu Cermin dilakukan untuk memperoleh data rinci mengenai litologi, morfologi, kemiringan lereng, pola aliran sungai, dan struktur geologi. Proses ini melibatkan kombinasi observasi lapangan dan analisis citra satelit. Hasil pemetaan ini memberikan gambaran lengkap mengenai litologi dominan, sejarah geologi, serta hubungan antar formasi di wilayah penelitian. Sebanyak 34 stasiun pengamatan tersebar di area seluas 1 km², dengan fokus pada pengamatan litologi, morfologi, dan struktur geologi. Berdasarkan hasil pemetaan, wilayah Batu Cermin terdiri dari tiga satuan batuan utama, yaitu Satuan Batulanau Batu Cermin, Satuan Batugamping Batu Cermin, dan Satuan Batupasir Batu Cermin. Ketiga satuan ini memiliki hubungan stratigrafi yang selaras. Dari segi geomorfologi, wilayah Batu Cermin memperlihatkan punggungan monoklin (S11) yang membentuk perbukitan curam dengan pola aliran dendritik, serta bentuk asal denudasional berupa perbukitan terkikis (D1) dan dataran nyaris (D5) yang landai hingga miring. Struktur geologi utama di daerah ini mencakup kekar gerus (<em>shear joint</em>), yang terbentuk akibat gaya dominan berorientasi Tenggara-Barat Laut, dengan tambahan gaya dari Timur Laut-Barat Daya, mengindikasikan aktivitas tektonik yang mempengaruhi daerah tersebut.</p> Dian Mangalik Hak Cipta (c) 2025 Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnal.prisma.ac.id/index.php/jgprism/article/view/300 Sun, 10 Aug 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS POTENSI FAKTOR PENYEBAB BANJIR DI KECAMATAN DAYEUHKOLOT KABUPATEN BANDUNG https://www.jurnal.prisma.ac.id/index.php/jgprism/article/view/318 <p>Banjir yang berulang di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung menunjukkan belum efektifnya implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan tersebut dalam membangun ketahanan wilayah terhadap banjir. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir dipicu oleh faktor alam (curah hujan tinggi, topografi cekungan), teknis (drainase tidak memadai), dan sosial (kepadatan penduduk, perilaku membuang sampah, serta rendahnya partisipasi warga). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga faktor alam, teknis, dan sosial saling terkait dan secara kolektif memperkuat kerentanan wilayah terhadap banjir, sementara implementasi kebijakan pengurangan risiko banjir dinilai belum optimal akibat lemahnya koordinasi antar lembaga serta minimnya keterlibatan aktif dari masyarakat.Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan dasar bagi perumusan kebijakan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan sesuai karakteristik lokal guna memperkuat ketahanan wilayah menghadapi banjir.</p> adila sani heryanti, keyra syifa noveriza supryatna, yayu rahayu , muhammad andi septiadi Hak Cipta (c) 2025 Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnal.prisma.ac.id/index.php/jgprism/article/view/318 Sun, 10 Aug 2025 00:00:00 +0000