POTENSI GEOWISATA DAERAH KECAMATAN RATATOTOK DAN SEKITARNYA MELALUI ANALISIS GEOSITE DAN GEOMORPHOSITE

Penulis

  • Andrew Momongan

Kata Kunci:

geowisata, geosite, geomorphosite, Ratatotok

Abstrak

Daerah Ratatotok dan sekitarnya menyimpan potensi geowisata menarik yang mencakup unsur dataran dan pesisir pantai. Secara morfologi, daerah ini memiliki bentang alam bervariasi mulai dari bukit aliran lava, perbukitan karst, dataran aluvial, tanjung dan teluk, daerah kontrol struktur geologi hingga paparan terumbu karang di laut dangkal. Peneliti melakukan penilaian kelayakan pengembangan menggunakan pendekatan awal analisis geosite dan geomorphosite. Ditemukan lima lokasi geosite dan geomorphosite pada daerah penelitian diantaranya Tanjung Mangkit, Goa Gamping Ratatotok, daerah Kebun Raya Megawati Soekarno Putri, Tanjung Buyat–Lakban, dan Danau Buyat. Hasil penilaian kelayakan menunjukkan nilai kelima lokasi prospek geowisata tersebut secara berurutan yaitu 59,5%, 50%, 70,3%, 60% dan 58%. Dari hasil penelitian, daerah reklamasi Kebun Raya Megawati Soekarno Putri sangat layak dikembangkan menjadi objek geowisata, demikian juga dengan Tanjung Buyat–Lakban dikategorikan layak untuk dikembangkan, sedangkan ketiga lokasi lainnya masih perlu pembangunan infrastruktur utama dan pendukung. Adanya pembangunan kawasan geowisata terintegrasi dapat membantu mengembangkan potensi geowisata dan menambah kesejahteraan masyarakat dalam melalui sektor ekopariwisata.

Biografi Penulis

Andrew Momongan

Jurnal yang diterbitkan dilingkup bidang Arsitektur, Teknik Sipil, dan Teknik Geologi Universitas Prisma.

Diterbitkan

2023-07-24

Cara Mengutip

[1]
A. Momongan, “POTENSI GEOWISATA DAERAH KECAMATAN RATATOTOK DAN SEKITARNYA MELALUI ANALISIS GEOSITE DAN GEOMORPHOSITE”, Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling, vol. 1, no. 01, hlm. 13–23, Jul 2023.