GEOLOGI DAERAH MINAWEROT DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KAUDITAN, KABUPATEN MINAHASA UTARA, SULAWESI UTARA

Penulis

  • P.R. Luntungan Universitas Prisma
  • A.S. Budiharso
  • H.D. Rachmadhan Universitas Prisma

Kata Kunci:

Pemetaan Geologi, Geomorfologi, Stratigrafi, struktur geologi

Abstrak

Lokasi penelitian secara administratif berada di Provinsi Sulawesi Utara tepatnya di Desa Kaima, Desa Lembean, Desa Kaasar dan Desa Treman Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara. Terletak pada koordinat 1°16'0"LU hingga 1°17'45"LU dan 125°01'15"BT hingga 125°3'15"BT dengan luas wilayah daerah penelitian yakni 16 km2.Beriring-iringan dengan peningkatannya teknologi dan ilmu pengetahuan tentang kebumian beserta lebih adanya peningkatan peranan penting dari adanya peta geologi, maka dipelukan pendetailan yang ada pada peta geologi Daerah Minawerot, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara dengan skala lebih besar yaitu 1:10.000 maka akan dapat menghasilkan peta geologi yang lebih detail untuk mendukung adanya kegiatan eksplorasi geologi dan program pembangunan di wilayah tersebut. Pada penelitian ini peneliti dapat mengidentifikasi kondisi geologi yang berkembang pada daerah penelitian yang meliputi aspek geomorfologi, aspek stratigrafi, aspek struktur geologi, dan aspek sejarah geologi sehingga menghasilkan peta geologi, peta geomorfologi dan kolom stratigrafi yang ada pada daerah penelitian. Metode pada penelitian yang digunakan yaitu survey lapangan dengan mengamati langsung kondisi geologi permukaan daerah penelitian yang didalamnya terdapat geomorfologi, stratigrafi dan juga struktur geologi. Geomorfologi daerah penelitian terdiri atas 6 satuan geomorfologi yaitu Bukit Vulkanik Terdenudasi, Dataran Fluvial Vulkanik, Dataran Kaki Vulkanik, Perbukitan Terkikis, Kaki Vulkanik dan Danau. Stratigrafi yang berkembang daerah penelitian tersusun dari satuan tertua hingga termuda yaitu Satuan Batuan Beku Andesit Karegesan, Satuan Breksi Tuff Kaima, Satuan Perulangan Breksi Tuff Treman, Satuan Tuff Lapili Kaasar dan Satuan Aluvial. Struktur pada daerah penelitian hanya didapat struktur geologi primer. Setelah menarik kelurusan punggungan dan lembahan melalui DEMNAS maka didapati arah dominan yaitu Barat Laut dan Tenggara. Sejarah geologi yang terjadi pada daerah penelitian dimulai dengan terbentuknya Satuan Batuan Beku Andesit Karegesan, yang kemudian dilanjutkan dengan terendapkannya Satuan Breksi Tuff Kaima kemudian Satuan Perulangan Breksi Tuff Kaima. Setelah itu dilanjutkan oleh pengendapan Satuan Tuff Lapili Kaasar dan terakhir terendapkan Satuan Aluvial yang berupa sedimen lepas.

Unduhan

Diterbitkan

2024-11-23

Cara Mengutip

[1]
P. R. Luntungan, A. S. Budiharso, dan H. Rachmadhan, “GEOLOGI DAERAH MINAWEROT DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KAUDITAN, KABUPATEN MINAHASA UTARA, SULAWESI UTARA”, Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling, vol. 2, no. 2, hlm. 6–14, Nov 2024.