ANALISIS TINGKAT KERAWANAN LONGSOR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PADA KECAMATAN TOMOHON BARAT DAN UTARA KOTA TOMOHON PROVINSI SULAWESI UTARA
Kata Kunci:
Tomohon, Overlay, Longsor, Pembobotan, SkorAbstrak
Bencana alam merupakan peristiwa alam yang dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, yang menimbulkan kerugian material dan
imaterial bagi kehidupan masyarakat. Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang umumnya terjadi di wilayah pegunungan,
terutama di musim hujan. Kecamatan Tomohon Barat dan Utara merupakan daerah yang berpotensi mengalami bencana tanah longsor
karena morfologi Kecamatan Tomohon Utara dan Barat yang bervariasi seperti dataran tinggi, pegunungan dan perbukitan. Salah satu
cara yang dapat diterapkan untuk memperkirakan bencana tanah longsor adalah menggunakan aplikasi yang mampu menginventarisasi
lokasi terdampak yaitu sistem informasi geografis yang memiliki kemampuan untuk menyimpan, mengolah, menganalisis dan
menyajikan data bereferensi geografis. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kerawanan tanah dengan metode metode Pembobotan
dan Skoring. Pembuatan Peta kerawananan longsor ini merupakan hasil dari Overlay data-data sekunder seperti DEM, peta tutupan
lahan, data curah hujan, peta geologi regional, dan peta jenis tanah. Penentuan daerah tingkat kerawanan longsor dilakukan dengan
mengalikan skor dengan bobot untuk setiap parameter yang kemudian hasilnya dijumlahkan seusia. Nilai tersebut diklasifikasikan
menjadi 4 zona rawan longsor yaitu rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Penilitian ini menghasilkan peta zonasi rawan longsor yang
terbagi menjadi 3 kelas kerawanan yaitu kelas sedang di Kelurahan Woloan, Kelas tinggi di Kelurahan Kaskakasen dan Kayawu dan
Kelas sangat tinggi di Kelurahan Taratara dan Kinilow. Berdasarkan lima faktor yang mempengaruhi bencana longsor, faktor curah
hujan memiliki skor tertinggi yang merupakan faktor paling dominan dalam mempengaruhi adanya bencana tanah longsor. Hasil
penilitian yang dilakukan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai informasi dasar untuk melakukan mitigasi bencana, dan
pembangunan wilayah
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.