Pengaruh Variasi Simplisia Biji Alpukat (Persea americana Mill) Dan Madu (Apis Mellifera Linneus) Terhadap Mutu Organoleptik & Aktivitas Antioksidan Teh Herbal
Abstrak
Tanaman yang bisa dimanfaatkan menjadi teh herbal adalah dari biji buah alpukat. Teh herbal biji alpukat memiliki rasa yang pahit dan aroma yang tidak banyak diterima oleh masyarakat. Sehingga diperlukan bahan tambahan yaitu pemanis agar teh herbal ini bisa disukai dan dikonsumsi oleh semua kalangan. Salah satu pemanis yang ditambahkan pada teh herbal yaitu madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi simplisia biji alpukat dan madu terhadap mutu organoleptik dan aktivitas antioksidan pada teh herbal biji alpukat, juga untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit tanin dan saponin. Metode yang digunakan diantaranya adalah metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis untuk antioksidan, uji hedonik untuk organoleptik, dan untuk skrining fitokimia tanin dan saponin dilakukan secara kualitatif menggunakan FeCl3 1% untuk tanin, dan untuk saponin dilakukan dengan pengocokkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa, aktivitas antioksidan yang kuat ada pada perlakuan 12 gram biji alpukat + 30ml madu. Hal ini ditunjukkan dengan nilai IC50 1.795ppm. Sementara untuk pengujian organoleptik menunjukkan bahwa, teh herbal dengan simplisia biji alpukat 9 gram + 30ml madu lebih disukai panelis dari segi warna dan aroma, sedangkan untuk rasa panelis lebih menyukai teh herbal dengan simplisia biji alpukat 3 gram + 30ml madu. Dan kandungan senyawa metabolit tanin dan saponin ada pada perlakuan 6 gram, 9 gram, dan 12 gram.